BAHAYA MEROKOK BAGI WANITA
Penelitian terbaru British Hospital tahun 2012,
mengungkapkan bahwa perokok wanita dapat mati mendadak akibat serangan jantung.
Tetapi kematian mendadak itu dapat dihindari dengan menghentikan kebiasaan
merokok.
Penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu 30 tahun iti mengungkapkan, kerusakan jantung terjadi karena flaknya merusak pembuluh darah, hingga menyebabkan tekanan darah meninggi yang akhirnya pembuluh darah pecah. Menurut data WHO ( Badab Kesehatan PBB), menyebutkan bahwaa jimlah perokok didunia, tercatat sebanyak 20% total populasi perokok.
Penelitian yang dilakukan DR Roopinder Sandhu di University of Alberta Mazankowski Heart Institute, Kanada, seperti yang dilaporkan dalam jurnal “Circulation” November 2012, pada golongan pada golongan perempuan, resikonya hamper dua setengah kali lipat lebih dibandingkan dengan pria terkena serangan jantung yang mengakibatkan kematian mendadak. Hilangnya funsi jantung, penyebab kematian yang dialami oleh golongan wanita di AS dan Eropa, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.
Dalam kebanyakan kasus, serangan jantung fatal dapat terjadi pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Dalam studi tersebut, Sandhu mendokumentasikan secara lebih terperinci mengenai hubungan antara jumlah rokok yang diisap, durasi merokok, dan dampak berhenti merokok terhadap resiko serangan jantung mendadak. Terutama khususnya terjadi dikalangan perempuan, dan pasien yang jantungnya tidak kena penyakit.
Para peneliti mengambil dari Nurses’ Health Study, suatu survey tiga puluh tahun dari hasil kesehatan 101.018 wanita usia 30 hingga 55 tahun. Tak satupun dari mereka yang telah didokumentasikan pada awalnya memiliki penyakit jantung. Data menunjukan terhadap mereka yang saat ini merokok atau pernah merokok pada masa lalu. Penelitian ini juga mengungkapkan jumlah rokok yang diisap setiap hari dari 1 sampai 14 (perokok ringan sampai sedang), jumlah perokok 15 hingga 24 (perokok moderat),atau lebih dari 25 (perokok berat). Juga di catat tingkat usia, dimana mereka mulai merokok dan jumlah rokok sebelum berhenti.
Para peneliti menyesuaikan dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyakit jantung, seperti usia , riwayat diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, berat badan dan penggunaan Aspirin. Dikaji pula pengaruh penggunaan multivitamin, status monopouse dan penggunaan obat konstrasepsi. Dalam penelitian itu terungkap perokok aktif meningkatkan resiko kematian akibat serangan jantung mendadak. Tercatat lebih dari usia 30 tahun, 352 wanita meninggal dunia karena serangan jantung mendadak.
Pada perempuan perokok 1-14 batang rokok setiap hari, hampir 2,5 kali lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan bukan perokok. Wanita dengan 25 batang atau lebih memiliki resiko serangan jantung 3 kali lebih mungkin untuk mati mendadak, selain itu untuk setiap lima tahun seseorang yang terus merokok, memiliki resiko serangan jantung hingga 8%.
Setelah berhenti merokok, resiko kematian mendadaki menurun dibandingkan dengan perokok dalam jangka waktu 15 dan 20 tahun. Ini berarti mereka terhindar dari infeksi hati, refesibel sampai batas waktu tertentu. Study terpisah menemukan bahwa perokok perempuan yang berhenti merokok bisa menambah 10 tahun untuk hidup.
Para peneliti mengakui kelemahan analisis mereka adalah kurangnya keragaman dalam populasi penelitian terhadap wanita yang berasal dari latar belakang sosiomografi serupa. Dengan demikian tidak jelas, apakah trend yang sama terjadi di populasi yang berbeda, termasuk laki-laki. Para peneliti juga tidak memiliki data yang cukup tentang keparahan serangan jantung, untuk menentukan apakah berhenti merokok dikaitkan dengan serangan jantung yang mungkin berakibat fatal.
Tetapi dalam banyak kasus, serangan jantung dapat terjadi pada wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit jantun, ketika mereka masuk kedalam golongan perokok. Perlu diperhatikan betapa pentingnya mendidik perempuan agar tidak merokok dan manfaatnya dari berhenti merokok.
Kematian akibat serangan jantung mendadak pada kaum wanita sering menjadi tanda dari penyakit jantung diantara mereka, sehingga untuk ini perubahan gaya hidup harus segera dilakukan untuk mengurangi resiko kematian. Demikan dikutip dari berbagai sumber dan mudah-mudahan bermanfaat.
Penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu 30 tahun iti mengungkapkan, kerusakan jantung terjadi karena flaknya merusak pembuluh darah, hingga menyebabkan tekanan darah meninggi yang akhirnya pembuluh darah pecah. Menurut data WHO ( Badab Kesehatan PBB), menyebutkan bahwaa jimlah perokok didunia, tercatat sebanyak 20% total populasi perokok.
Penelitian yang dilakukan DR Roopinder Sandhu di University of Alberta Mazankowski Heart Institute, Kanada, seperti yang dilaporkan dalam jurnal “Circulation” November 2012, pada golongan pada golongan perempuan, resikonya hamper dua setengah kali lipat lebih dibandingkan dengan pria terkena serangan jantung yang mengakibatkan kematian mendadak. Hilangnya funsi jantung, penyebab kematian yang dialami oleh golongan wanita di AS dan Eropa, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.
Dalam kebanyakan kasus, serangan jantung fatal dapat terjadi pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Dalam studi tersebut, Sandhu mendokumentasikan secara lebih terperinci mengenai hubungan antara jumlah rokok yang diisap, durasi merokok, dan dampak berhenti merokok terhadap resiko serangan jantung mendadak. Terutama khususnya terjadi dikalangan perempuan, dan pasien yang jantungnya tidak kena penyakit.
Para peneliti mengambil dari Nurses’ Health Study, suatu survey tiga puluh tahun dari hasil kesehatan 101.018 wanita usia 30 hingga 55 tahun. Tak satupun dari mereka yang telah didokumentasikan pada awalnya memiliki penyakit jantung. Data menunjukan terhadap mereka yang saat ini merokok atau pernah merokok pada masa lalu. Penelitian ini juga mengungkapkan jumlah rokok yang diisap setiap hari dari 1 sampai 14 (perokok ringan sampai sedang), jumlah perokok 15 hingga 24 (perokok moderat),atau lebih dari 25 (perokok berat). Juga di catat tingkat usia, dimana mereka mulai merokok dan jumlah rokok sebelum berhenti.
Para peneliti menyesuaikan dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyakit jantung, seperti usia , riwayat diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, berat badan dan penggunaan Aspirin. Dikaji pula pengaruh penggunaan multivitamin, status monopouse dan penggunaan obat konstrasepsi. Dalam penelitian itu terungkap perokok aktif meningkatkan resiko kematian akibat serangan jantung mendadak. Tercatat lebih dari usia 30 tahun, 352 wanita meninggal dunia karena serangan jantung mendadak.
Pada perempuan perokok 1-14 batang rokok setiap hari, hampir 2,5 kali lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan bukan perokok. Wanita dengan 25 batang atau lebih memiliki resiko serangan jantung 3 kali lebih mungkin untuk mati mendadak, selain itu untuk setiap lima tahun seseorang yang terus merokok, memiliki resiko serangan jantung hingga 8%.
Setelah berhenti merokok, resiko kematian mendadaki menurun dibandingkan dengan perokok dalam jangka waktu 15 dan 20 tahun. Ini berarti mereka terhindar dari infeksi hati, refesibel sampai batas waktu tertentu. Study terpisah menemukan bahwa perokok perempuan yang berhenti merokok bisa menambah 10 tahun untuk hidup.
Para peneliti mengakui kelemahan analisis mereka adalah kurangnya keragaman dalam populasi penelitian terhadap wanita yang berasal dari latar belakang sosiomografi serupa. Dengan demikian tidak jelas, apakah trend yang sama terjadi di populasi yang berbeda, termasuk laki-laki. Para peneliti juga tidak memiliki data yang cukup tentang keparahan serangan jantung, untuk menentukan apakah berhenti merokok dikaitkan dengan serangan jantung yang mungkin berakibat fatal.
Tetapi dalam banyak kasus, serangan jantung dapat terjadi pada wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit jantun, ketika mereka masuk kedalam golongan perokok. Perlu diperhatikan betapa pentingnya mendidik perempuan agar tidak merokok dan manfaatnya dari berhenti merokok.
Kematian akibat serangan jantung mendadak pada kaum wanita sering menjadi tanda dari penyakit jantung diantara mereka, sehingga untuk ini perubahan gaya hidup harus segera dilakukan untuk mengurangi resiko kematian. Demikan dikutip dari berbagai sumber dan mudah-mudahan bermanfaat.
.MEROKOK ITU WAJIB. KARENA ROKOK MENYEBABKAN KEHAMILAN.
BalasHapusAnti Rokok
BalasHapussippppppppppppppp
BalasHapus