TUNA DAKSA
Pengertian Anak Tunadaksa.
Secara etimologis, gambaran seseorang yang diidentifikasikan
mengalamiketunadaksaan, yaitu seseorang yang mengalami kesulitan mengoptimalkan
fungsianggota tubuh sebgai akibat dari luka, penyakit, pertumbuhan yang salah
bentuk, danakibatnya kemampuan untuk melakukan gerakan - gerakan tubuh tertentu
mengalami penurunan.Secara definitif pengertian kelainan fungsi anggota
tubuh (tunadaksa) adalahketidakmampuan anggota tubuh untuk melaksanakan
fungsinya disebabkan oleh berkurangnya kemampuan anggota tubuh untuk
melaksanakan fungsi secara normal,akibat luka, penyakit, atau pertumbuhan tidak
sempurna (Suroyo, 1977).
Sehingga untuk kepentingan pembelajarannya perlu
layanan khusus.
Sedangkan menurut Kneedler, 1984, Tunadaksa adalah anak yang
mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang, sendi,
otot) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.Jika
mereka mengalami gangguan gerakan karena kelayuhan pada fungsi syaraf
otak disebut dengan cerebral palsy (CP).
Pengerohan Tunadaksa bisa dilihat dari segi fisiknya dan
dari segi anatominya.Dari segifungsi fisik, tunadaksa diarôhkan sebagai
seseorang yang fisik dan kesehatannyamengalaami masalah sehingga menghasilkan
kelainan di dalam beòhnteraksi denganlingkungan sosialnya dan untuk
meningkatkan fungsinya diperlukan program layanankhusus.Pengerôhan yang
didasarkan pada anatomi biasanya digunakan dalaamkedokteran. Daerah mana ia
mengalami kelainan.Istilah kelianan fisik (physical disability) sebenarnya tidak
digunakan, namunkenyataannya definisi ± definisi tersebut digunakan dalam
penerapan IDEA. Istilah yangdigunakan dalam undang ± undang itu adalah kelainan
ortopedi (orthopedic impairment)dan kelainan kesehatan lain (other health
impairment)
Isilah ini didefinisikan sebagai berikut dalam Federal
Register kelainan ortopedi berartisuatu keadaan penurunan fungsi ortopedik yang
mempunyai efek merugikan pada prestasi pembelajaran anak. Istilah ini
meliputi gangguan yang disebabkan kelianan bawaan (misalnya berkaki
pengkar, hilang salah satu anggota tubuh).Kelianan / gangguan yang disebabkan
oleh penyakit (misalnya poliomyelitis, TBC tulangdll), dan kelainan oleh
penyebab lain (misalnya cerebral palsy, amputasi, patah tulangatau terbakar
yang menyebabkan kontraktur).Kelainan kesehatan lain berarti memiliki
keterbatan kesehatan, vitalitas ataukewaspadaan yang disebabkan oleh masalah ±
masalah kesehatan yang akut misalnya penyakit jantung, tuberculosis,
reumatik, radang ginjal, keracunan tubuh, leukemia ataudiabetes yang
mengaakibatkan merugikan pada prestasi pendidikan sianak (federalregister,
1990)
Karakteristik Anak Tunadaksa.Secara umum
karakteristik kelainan anak yang dikatagorikan sebagai penyandangtunadaksa
dapat dikelompokkan menjadi anak tunadaksa ortopedi (orthopedicallyhandicapped)
dan anak tunadaksa syaraf (neurogically handicapped) (Hallahan danKauffman,
1991)Menyimak keadaan yang nampak pada tunadaksa ortopedi dan tunadaksa syaraf
tidak terdapat perbedaan yang mencolok, sebab secara fisik kedua jenis anak
tunadaksamemiliki kesamaan, terutama pada fungsi analogi anggota tubuh untuk
melakukanmobilitas. Namun apabila dicermati secara seksama sumber
ketidakmampuan untuk memanfaatkan fungsi tubuhnya untuk beraktifitas atau
mobilitas akan Nampak perbedaannya.
Jenis pengelompokan anak tunadaksa
Ada dua katagori cacat tubuh, yaitu cacat tubuh karena
penyakit polio dan cacat tubuhkarena kerusakan otak sehingga mengakibatkan
ketidakmampuan gerak (cerebral palsy).Diihat dari pergerakan otot ± otot
penyandang cerebral palsy dikelompokkan menjadilima jenis yaitu spastic,
athetoid, ataxia, termor dan rigid.
Spastic.
Anak yang menglami spastic ini menunjukkan kekejangan pada
otot ± ototnya,yang disebabkan oleh gerakan ± gerakan kaku dan akan hilang
dalam keadaan diammisalnya waktu tidur. Pada umumnya kekejangan ini akan
menjadi hebat jika anak dalamkeadaan marah atau dalam keadaan tenang.
Athetoid
. Anak yang mengalami athetoid, tidak mengalami kekejangan
atau kekakuan.Otot ± ototnya dapat bergerak dengan mudah, malah sering terjadi
gerakan ± gerakanyang tidak terkendali yang timbul diluar kemampuannya.Hal ini
sangat mengganggu danmerepotkan anak itu sendiri.Gerakan ini terdapat pada
tangan, kaki, lidah, bibir danmata.
Tremor
. Anak yang mengalami tremor sering melakukan gerakan ±
gerakan kecil yang berulang ± ulang.Sering dijumpai anak yang salah satu
anggota tubuhnya selalu bergerak.
Rigid
. Anak cerebral palsy jenis ini mengalami kekakuan otot ±
otot.Otot selalu kaku bukan merupakan daging tetapi seperti benda kerat.Gerakan
± gerakannya sangat lambatdan kasar.Kondisi ± kondisi anak seperti itu jelas
member dampak pada aktifitas
padahidupnya.E. Faktor Penyebab Ketunadaksaan.Seperti juga
kondisi ketunaan yang lain, kondisi kelainan pada fungsi anggota tubuh atautunadaksa
dapat terjadi pada saat sebelum anak lahir (prenatal), saat lahir (neonatal)
dansetelah anak lahir (post natal).
PERMASALAHAN ANAK TUNA DAKSA
Pembahasan akan dibatasi pada anak tunadaksa kelompok
neurologically handicapped(gangguan neurologis) atau secara khusus disebut
penyandang cerebral palsy, karena anak tunadaksa kelompok ini yang
sesungguhnya membutuhkan layanan pendidikan luar biasa.Anak tunadaksa kelompok
ini mempunyai permasalahan yang sangat rumit, karena disampingmengalami
gangguan pada fungsi gerak juga pada umumnya mengalami gangguankecerdasannya.
Disamping kadang ± kadang disertai juga dengan gangguan
penglihatan, pendengaran dan gangguan persepsi.Oleh karena itu,
permasalahan yang dialami anak cerebral palsy ada kesamaan dengan anak
terbelakang mental.Kondisi ± kondisi anak seperti itu jelas member dampak pada
aktivitas hidupnya. Anak tunadaksa akan mengalami kesulitan permasalahan ±
permasalahan antara lain :
A. Kesulitan Aktivitas Motorik.Ada tiga
kelainan aktivitas motorik yang biasa dialami oleh anak cerebral palsy :1.
Hiperaktif.Secara umum anak hiperaktif dikatakan sebagai anak yang tidak kenal
diam. Tertarik oelh setiap rangsangan yang ia terima dan perhatiannya
sangat mudah beralih dari satuobyek ke obyek yang lain. Gejala hiperaktif
antara lain : gelisah yang tiada henti, kuran perhatian, tidak dapat duduk
tenang walau sebentar.2. Hipoaktif.Pada anak ini terlihat gejala diam, gerakan
lamban dan sangat kurang, tidak dapatmenanggapi rangsangan yan
diberikan.Keadaan ini merupakan kebalikan dari
anak heperaktif.3. Gangguan koordinasi motorik.Cirri
gangguan koordinasi gerak adalah ketidakselarasan gerak, baik gerak atas
motorik halus (fine motor) maupun gerak kasar ( gross motor).
B. Kesulitan dalam Penyesuaian Diri.Anak
selebral palsy mengalami kesulitan dalam menyesuaikan dengan lingkungannya.
Halini sebagai akibat dari keterbatasan dan kesulitan gerak fisik.Sempitnya
ruang lingkup gerak anak membatasi aktivitas sosialnya. Kesulitan dalam
penyesuaian diri dapat disebabkan olehdua hal terutama oleh keadaan anak
cerebral palsy sendiri yang segalanya serba terbatas.Kedua disebabkan oleh
respon masyarakat atau lingkungan yang tidak menerima sebabagaimana mestinya.Kesulitan
dalam penyesuaian diri berakibat pula pada perkemabngan kepribadian,
seringmemiliki rasa rendah diri, malu mudah tersinggung dan cepat curiga.
C. Hambatan Dalam Perkembangan Kognitif.Hasil
penelitian Helman (Michael C. Hardman, 1999) menunjukkan bahwa 45 % dari
anak CP mengalami keterbelakangan mental, 35 % memiliki kemampuan
kecerdasan rata ± rata,20% memiliki kemampuan kecerdasan di bawah rata ± rata.
Hal ini disebabkan olehketerbatasan kemampuan gerak, memiliki pengalaman yang sempit
dalam berinteraksidengan lingkungan.Hambatan perkembangan yang disebabkan oleh
keterbatasan fungsi gerak sangatmempengaruhi eksplorasi lingkungan, sehingga
menghambat perkembangan fungsi kognitif.Hambatan perkembangan fungsi
kognitif juga erat hubungannya dengan gangguan persepsi,gangguan penglihatan,
pendengaran, perabaan dan gangguan persepsi kinestetik. Persepsimerupakkan
proses masuknya informasi dan instrument penting dalam proses
pembentukkan pengeòõhan. Jika persepsi mengalami gangguan, maka akan terjadi
hambatan dalam perkembangan fungsi kognitif.
D. Gangguan Perhatian.Anak CP biasanya mengalami
kesulitan memusatkan perhatian pada satu sôhmulus tertentudalam waktu yang
relative lama. Perhatian mereka sangat mudah terganggu oleh berbagaistimulus
yang datang kepadanya. Kalau perhatiannya menyebar anak CP sukar
untuk berkonsentrasi.
penyebab tunadaksa itu sendiri apa?
BalasHapus