Rabu, 15 Mei 2013

TUNA DAKSA



 TUNA DAKSA

Pengertian Anak Tunadaksa.
Secara etimologis, gambaran seseorang yang diidentifikasikan mengalamiketunadaksaan, yaitu seseorang yang mengalami kesulitan mengoptimalkan fungsianggota tubuh sebgai akibat dari luka, penyakit, pertumbuhan yang salah bentuk, danakibatnya kemampuan untuk melakukan gerakan - gerakan tubuh tertentu mengalami penurunan.Secara definitif pengertian kelainan fungsi anggota tubuh (tunadaksa) adalahketidakmampuan anggota tubuh untuk melaksanakan fungsinya disebabkan oleh berkurangnya kemampuan anggota tubuh untuk melaksanakan fungsi secara normal,akibat luka, penyakit, atau pertumbuhan tidak sempurna (Suroyo, 1977).
Sehingga untuk kepentingan pembelajarannya perlu layanan khusus.
Sedangkan menurut Kneedler, 1984, Tunadaksa adalah anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang, sendi, otot) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.Jika mereka mengalami gangguan gerakan karena kelayuhan pada fungsi syaraf otak disebut dengan cerebral palsy (CP).

Pengerohan Tunadaksa bisa dilihat dari segi fisiknya dan dari segi anatominya.Dari segifungsi fisik, tunadaksa diarôhkan sebagai seseorang yang fisik dan kesehatannyamengalaami masalah sehingga menghasilkan kelainan di dalam beòhnteraksi denganlingkungan sosialnya dan untuk meningkatkan fungsinya diperlukan program layanankhusus.Pengerôhan yang didasarkan pada anatomi biasanya digunakan dalaamkedokteran. Daerah mana ia mengalami kelainan.Istilah kelianan fisik (physical disability) sebenarnya tidak digunakan, namunkenyataannya definisi ± definisi tersebut digunakan dalam penerapan IDEA. Istilah yangdigunakan dalam undang ± undang itu adalah kelainan ortopedi (orthopedic impairment)dan kelainan kesehatan lain (other health impairment)


Isilah ini didefinisikan sebagai berikut dalam Federal Register kelainan ortopedi berartisuatu keadaan penurunan fungsi ortopedik yang mempunyai efek merugikan pada prestasi pembelajaran anak. Istilah ini meliputi gangguan yang disebabkan kelianan bawaan (misalnya berkaki pengkar, hilang salah satu anggota tubuh).Kelianan / gangguan yang disebabkan oleh penyakit (misalnya poliomyelitis, TBC tulangdll), dan kelainan oleh penyebab lain (misalnya cerebral palsy, amputasi, patah tulangatau terbakar yang menyebabkan kontraktur).Kelainan kesehatan lain berarti memiliki keterbatan kesehatan, vitalitas ataukewaspadaan yang disebabkan oleh masalah ± masalah kesehatan yang akut misalnya penyakit jantung, tuberculosis, reumatik, radang ginjal, keracunan tubuh, leukemia ataudiabetes yang mengaakibatkan merugikan pada prestasi pendidikan sianak (federalregister, 1990)

Karakteristik Anak Tunadaksa.Secara umum karakteristik kelainan anak yang dikatagorikan sebagai penyandangtunadaksa dapat dikelompokkan menjadi anak tunadaksa ortopedi (orthopedicallyhandicapped) dan anak tunadaksa syaraf (neurogically handicapped) (Hallahan danKauffman, 1991)Menyimak keadaan yang nampak pada tunadaksa ortopedi dan tunadaksa syaraf tidak terdapat perbedaan yang mencolok, sebab secara fisik kedua jenis anak tunadaksamemiliki kesamaan, terutama pada fungsi analogi anggota tubuh untuk melakukanmobilitas. Namun apabila dicermati secara seksama sumber ketidakmampuan untuk memanfaatkan fungsi tubuhnya untuk beraktifitas atau mobilitas akan Nampak  perbedaannya.

 
 Jenis pengelompokan anak tunadaksa

Ada dua katagori cacat tubuh, yaitu cacat tubuh karena penyakit polio dan cacat tubuhkarena kerusakan otak sehingga mengakibatkan ketidakmampuan gerak (cerebral palsy).Diihat dari pergerakan otot ± otot penyandang cerebral palsy dikelompokkan menjadilima jenis yaitu spastic, athetoid, ataxia, termor dan rigid.
Spastic.
Anak yang menglami spastic ini menunjukkan kekejangan pada otot ± ototnya,yang disebabkan oleh gerakan ± gerakan kaku dan akan hilang dalam keadaan diammisalnya waktu tidur. Pada umumnya kekejangan ini akan menjadi hebat jika anak dalamkeadaan marah atau dalam keadaan tenang.
Athetoid
. Anak yang mengalami athetoid, tidak mengalami kekejangan atau kekakuan.Otot ± ototnya dapat bergerak dengan mudah, malah sering terjadi gerakan ± gerakanyang tidak terkendali yang timbul diluar kemampuannya.Hal ini sangat mengganggu danmerepotkan anak itu sendiri.Gerakan ini terdapat pada tangan, kaki, lidah, bibir danmata.
Tremor
. Anak yang mengalami tremor sering melakukan gerakan ± gerakan kecil yang berulang ± ulang.Sering dijumpai anak yang salah satu anggota tubuhnya selalu bergerak.
Rigid
. Anak cerebral palsy jenis ini mengalami kekakuan otot ± otot.Otot selalu kaku bukan merupakan daging tetapi seperti benda kerat.Gerakan ± gerakannya sangat lambatdan kasar.Kondisi ± kondisi anak seperti itu jelas member dampak pada aktifitas padahidupnya.E. Faktor Penyebab Ketunadaksaan.Seperti juga kondisi ketunaan yang lain, kondisi kelainan pada fungsi anggota tubuh atautunadaksa dapat terjadi pada saat sebelum anak lahir (prenatal), saat lahir (neonatal) dansetelah anak lahir (post natal).

PERMASALAHAN ANAK TUNA DAKSA

Pembahasan akan dibatasi pada anak tunadaksa kelompok neurologically handicapped(gangguan neurologis) atau secara khusus disebut penyandang cerebral palsy, karena anak tunadaksa kelompok ini yang sesungguhnya membutuhkan layanan pendidikan luar biasa.Anak tunadaksa kelompok ini mempunyai permasalahan yang sangat rumit, karena disampingmengalami gangguan pada fungsi gerak juga pada umumnya mengalami gangguankecerdasannya. Disamping kadang ± kadang disertai juga dengan gangguan penglihatan, pendengaran dan gangguan persepsi.Oleh karena itu, permasalahan yang dialami anak cerebral palsy ada kesamaan dengan anak terbelakang mental.Kondisi ± kondisi anak seperti itu jelas member dampak pada aktivitas hidupnya. Anak tunadaksa akan mengalami kesulitan permasalahan ± permasalahan antara lain :

A. Kesulitan Aktivitas Motorik.Ada tiga kelainan aktivitas motorik yang biasa dialami oleh anak cerebral palsy :1. Hiperaktif.Secara umum anak hiperaktif dikatakan sebagai anak yang tidak kenal diam. Tertarik oelh setiap rangsangan yang ia terima dan perhatiannya sangat mudah beralih dari satuobyek ke obyek yang lain. Gejala hiperaktif antara lain : gelisah yang tiada henti, kuran perhatian, tidak dapat duduk tenang walau sebentar.2. Hipoaktif.Pada anak ini terlihat gejala diam, gerakan lamban dan sangat kurang, tidak dapatmenanggapi rangsangan yan diberikan.Keadaan ini merupakan kebalikan dari anak heperaktif.3. Gangguan koordinasi motorik.Cirri gangguan koordinasi gerak adalah ketidakselarasan gerak, baik gerak atas motorik halus (fine motor) maupun gerak kasar ( gross motor).

B. Kesulitan dalam Penyesuaian Diri.Anak selebral palsy mengalami kesulitan dalam menyesuaikan dengan lingkungannya. Halini sebagai akibat dari keterbatasan dan kesulitan gerak fisik.Sempitnya ruang lingkup gerak anak membatasi aktivitas sosialnya. Kesulitan dalam penyesuaian diri dapat disebabkan olehdua hal terutama oleh keadaan anak cerebral palsy sendiri yang segalanya serba terbatas.Kedua disebabkan oleh respon masyarakat atau lingkungan yang tidak menerima sebabagaimana mestinya.Kesulitan dalam penyesuaian diri berakibat pula pada perkemabngan kepribadian, seringmemiliki rasa rendah diri, malu mudah tersinggung dan cepat curiga.

C. Hambatan Dalam Perkembangan Kognitif.Hasil penelitian Helman (Michael C. Hardman, 1999) menunjukkan bahwa 45 % dari anak CP mengalami keterbelakangan mental, 35 % memiliki kemampuan kecerdasan rata ± rata,20% memiliki kemampuan kecerdasan di bawah rata ± rata. Hal ini disebabkan olehketerbatasan kemampuan gerak, memiliki pengalaman yang sempit dalam berinteraksidengan lingkungan.Hambatan perkembangan yang disebabkan oleh keterbatasan fungsi gerak sangatmempengaruhi eksplorasi lingkungan, sehingga menghambat perkembangan fungsi kognitif.Hambatan perkembangan fungsi kognitif juga erat hubungannya dengan gangguan persepsi,gangguan penglihatan, pendengaran, perabaan dan gangguan persepsi kinestetik. Persepsimerupakkan proses masuknya informasi dan instrument penting dalam proses pembentukkan pengeòõhan. Jika persepsi mengalami gangguan, maka akan terjadi hambatan dalam perkembangan fungsi kognitif.

D. Gangguan Perhatian.Anak CP biasanya mengalami kesulitan memusatkan perhatian pada satu sôhmulus tertentudalam waktu yang relative lama. Perhatian mereka sangat mudah terganggu oleh berbagaistimulus yang datang kepadanya. Kalau perhatiannya menyebar anak CP sukar untuk  berkonsentrasi.

1 komentar: